VORSTENLANDEN 1926

Jumat, 29 Januari 2010

Buku karangan Mas Totok Prasojo ini adalah novel yang berlatar belakang sejarah. Di sini diceritakan seorang pemuda bernama RM Bayudiningrat yang tumbuh bersama dengan semangat perlawanan menghadapi ketidakadilan di tengah masyarakatnya. Ia berasal dari keluarga ningrat yang berpendidikan, memiliki idealisme tinggi, dengan status sosial ekonomi yang sangat dihormati di tengah masyarakat Jawa di Solo.Ayahnya selain seorang ningrat, juga seorang saudagar batik yang berinteraksi aktif dengan para aktivis Syarekat Islam, berpikiran progresif modern dan mendidik anak-anaknya dengan nilai-nilai Islam yang kental
Bayudiningrat menjadi sosok perpaduan pribadi yang agamis, sekaligus seorang seniman yang berjiwa merdeka. Namun kemudian nasib bergulir liar, meninggalkan Kota Solo dengan luka hati yang menganga, nyaris tidak tersenbuhkan. Keluarga ningratnya menjadi mimpi buruk yang senantiasa menghantuinya.
Perjalanan nasib kemudian menghantarkannya pada realita bahwa ia harus menjadi bagian dari sistem kolonial yang sesungguhnya dahulu amat dibencinya, yakni menjadi agen PID (Politieke Inlichtingen Dienst), Dinas Intel Politik. Ia menjadi pribadi yang kontradiktif. Mampukah ia mengatasi obsesi dendamnya? Dapatkah ia keluar dari kemelut keluarga yang mencekam? Bisakah ia membuktikan kata-katanya untuk memberangus orang-orang pergerakan? Dapatkan jawabannya dengan menyimak novel berlatar belakang sejarah ini. Sebuah novel bernuansa dan berwawasan baru...!

0 komentar: